Setidaknya terdapat 30 jenis restoran tradisional di Jepang dengan spesialisasi berbeda. Mulai dari ramen, sushi, tempura, shabu-shabu, hingga izakaya. Meskipun berbeda-beda, terdapat tatacara yang standar ketika mengunjungi restoran tradisional di Jepang. 

Apabila kamu merencanakan perjalanan ke Jepang, tentunya tidak lengkap tanpa makan di salah satu restoran tradisional. Simak tatacaranya, ya.


Masuk ke restoran

Saat memasuki restoran tradisional di Jepang, pegawai restoran akan menyambut tamu mereka dengan sapaan “Irasshaimase!” (いらっしゃいませ!) yang berarti “selamat datang”. Kemudian pegawai akan menanyakan jumlah kursi yang dibutuhkan serta mengantarkan ke meja makan. Hanya sedikit restoran tradisional yang mempersilakan tamu untuk memilih meja sendiri.

Di beberapa restoran, terdapat area lesehan atau yang dikenal dengan sebutan Zashiki (座敷). Biasanya pegawai restoran akan menanyakan kepada tamu apakah mereka memilih untuk makan di meja makan ala barat atau di area Zashiki. Sebelum memasuki area Zashiki, jangan lupa untuk melepas sepatumu, ya.

Pada tahun 2020, pemerintah Jepang mencanangkan aturan baru yang melarang tamu untuk merokok di restoran. Kamu hanya boleh merokok apabila ada tanda atau tulisan area bebas merokok. 


Memesan makanan

Banyak restoran di Jepang menampilkan aneka menu dalam bentuk replika pada pintu masuk, hal ini bertujuan untuk menarik perhatian pengunjung serta memudahkan orang asing untuk memesan makanan. Menu ini juga sudah dilengkapi oleh harga masing-masing makanan. Jangan khawatir apabila kamu tidak bisa membaca menunya, karena kamu boleh menunjuk replika makanan saat memesan.

Selain replika, menu di restoran tradisional Jepang juga dapat berupa buku menu maupun menu yang ditempel di dinding. Apabila kamu ingin mendapatkan pengalaman yang unik, bisa coba bertanya mengenai menu yang direkomendasikan restoran (osusume / おすすめ) atau juga menu pilihan chef (omakase / おまかせ). Namun menu pilihan chef biasanya dibandrol harga yang cukup mahal, jadi sebaiknya kamu tanyakan harganya juga.

Ketika sudah siap memesan, kamu dapat memanggil pelayan dengan ucapan “Sumimasen” (すみません) ) atau “permisi”. Kamu juga bisa menekan tombol pemanggil pada meja apabila tersedia.

Khusus restoran Izakaya atau bar Jepang khusus minuman keras, menu yang dipesan biasanya akan dibagi-bagi di antara tamu sehingga porsinya cukup besar. Sedangkan di restoran jenis lain, menu dipesan untuk masing-masing orang.


Membayar pesanan

Kebanyakan restoran tradisional di Jepang akan memberikan tagihan saat pesanan diantarkan. Apabila sudah selesai makan, kamu dapat membawa tagihan ke meja kasir untuk proses pembayaran. Kebanyakan pembayaran menggunakan uang cash, namun kamu juga dapat menggunakan kartu kredit maupun kartu prabayar seperti Suica dan Pasmo.

Pada beberapa restoran dengan mesin penjual otomatis seperti restoran gyudon atau ramen, kamu dapat langsung membeli tiket menu di mesin penjual otomatis, kemudian berikan tiket tersebut ke pegawai restoran. Jadi kamu tidak perlu membayar lagi.

Di Jepang tidak ada tradisi memberi tip, jadi kamu tidak perlu memberikan tip atau uang kembalian kepada staf restoran. Kamu bisa mengucapkan “Gochisousama deshita” (ご馳走さまでした) yang memiliki arti “terima kasih atas hidangannya” ketika meninggalkan restoran.


Cukup mudah, bukan? Sebelum berkunjung ke Jepang, kamu bisa mengikuti kelas bahasa Jepang di Aki no Sora supaya perjalananmu semakin seru. 

Simak juga sesi LIVE bersama Merry-sensei di channel YouTube Aki no Sora mengenai makanan khas Jepang dan tatacara memesan makanan di restoran Jepang. Like dan subscribe ya~