Secara umum, masyarakat Jepang merupakan masyarakat yang menjunjung tinggi kesopanan serta rasa malu. Hal ini berpengaruh besar pada tata cara pemakaian bahasa Jepang dalam kehidupan sehari-hari. 

Pernahkah kamu ditawari makan atau minum oleh orang Jepang, tapi sudah kenyang? Ternyata dalam bahasa Jepang kamu tidak boleh terang-terangan menolak, loh. Hal demikian akan dianggap tidak sopan. Dalam kesempatan kali ini, kami akan membahas cara-cara mengatakan “tidak” atau menolak sesuatu dalam bahasa Jepang.


1.  結構です (kekkou desu)  atau いいです (ii desu)

Apabila kamu ditawari sesuatu dan ingin menolak, kamu bisa gunakan kalimat 結構です (kekkou desu) yang memiliki arti harfiah “tidak perlu” (konotasi positif) atau “sudah cukup”. 

Contoh:

A : コーヒーでも飲みましょうか。

(Koohii demo nomimashouka?)

“Mau minum kopi?”

B : 結構です。

(Kekkou desu)

“Tidak, terima kasih.”

いいです (ii desu) memiliki arti yang sama dengan 結構です (kekkou desu), namun memiliki kesan lebih informal. Pastikan kamu hanya pakai いいです (ii desu) kepada orang yang sudah akrab, ya.


2. “Akan aku pikirkan”

Orang Jepang lebih suka menolak suatu tawaran menggunakan alasan seperti sedang sibuk atau akan mempertimbangkan tawaran tersebut, dibandingkan terang-terangan berkata “tidak”.

Contoh :

ごめんなさい。日曜日はちょっと予定があって厳しそう。また誘ってください。

(Gomennasai. Nichiyoubi wa chotto yotei ga ate kibishisou. Mata sasotte kudasai.)

“Mohon maaf, hari Minggu aku memiliki rencana. Mungkin di kesempatan berikutnya”

atau 

お誘いありがとうございます。検討させてください。

(Osasoi arigatou gozaimasu. Kentou sasete kudasai.)

“Terima kasih atas undangannya. Akan aku pikirkan”.

Dengan mengatakan alasan dan mempertimbangkan perasaan orang yang mengajak, kamu tidak akan menyakiti perasaan orang tersebut. Hal demikian merupakan bagian penting dari budaya masyarakat Jepang. 


3. Menggunakan ~けど (kedo)

Ada beberapa cara untuk mengatakan “tetapi” dalam bahasa Jepang, namun hanya kata ~けど (kedo) yang memberikan kesan penolakan secara halus.

Contoh :

美味しそうだけど、お腹が一杯です。

(Oishii sou dakedo, onaka ga ippai desu)

“Kelihatannya enak, tapi aku sudah kenyang”

行きたいけど仕事がある。

(Ikitaikedo shigoto ga aru)

“Ingin pergi, tapi aku sedang ada pekerjaan”


4. Boleh mengatakan “tidak” terang-terangan apabila…

Lawan bicaramu sudah sangat akrab denganmu dan sudah terbiasa menggunakan bentuk bahasa informal. Di luar konteks tersebut, sebaiknya hindari penggunaan kata “tidak” secara langsung dalam bahasa Jepang.


Di Aki No Sora, selain belajar bahasa kamu juga bisa belajar banyak mengenai budaya Jepang. Dengan pengajar yang handal dan berkompetensi di bidangnya, dijamin pengalaman belajarmu akan menjadi kaya.