Mengungkapkan Larangan dengan Bahasa Jepang

akinosoraKotoba no Hi, Learn Japanese Comments

Minna, Konnichiwa! Semoga sehat semua ya! Paling sebel kalau kita sudah menjaga kesehatan, tapi orang sekitar kita dengan santai menebarkan bibit penyakit. Contoh yang paling sering ditemui adalah perokok. Padahal kita tidak merokok, tapi ikut menghisap asapnya dan ikut terkena resiko kesehatan.

Nah, kali ini Ai-Chan akan berbagi pengetahuan tentang cara melarang dengan bahasa Jepang. Yuk, baca terus sampai akhir! Ada beberapa pilihan pola kalimat yang bisa digunakan untuk mengungkapkan larangan dalam bahasa Jepang. Y

Yang pertama adalah pola ‘~てはいけません’ (…tewaikemasen).
Pola ini harus menggunakan kata kerja bentuk ‘-te’ sebelumnya.

Contoh:

タバコを吸ってはいけません。
Tabako wo sutte wa ikemasen.
Dilarang merokok.

Yang kedua adalah pola ‘~ないでください’ (…naidekudasai).
Pola ini memiliki arti ‘tolong jangan(melakukan)…’. Sebelumnya harus diikuti dengan kata kerja bentuk ‘-nai’.

Contoh :

タバコを吸わないでください。
Tabako wo suwanaide kudasai.
Tolong jangan merokok.

Yang ketiga adalah pola ‘~な!’ (…na!).
Hampir sama dengan pola nomor 2, pola ini juga mengandung arti ‘jangan (melakukan)…’, akan tetapi ada sedikit perbedaan antara pola kalimat ini dengan polankalimat ke-2. Pola kalimat ini merupakan pola kalimat informal. Biasa digunakan untuk orang yang lebih muda atau orang-orang terdekat. Untuk menggunakan pola kalimat ini kalian harus mengubah kata kerja ke bentuk kamus.

Contoh :

タバコを吸うな!
Tabako wo suuna!
Jangan merokok!

Nah, itu dia beberapa pola kalimat dalam bahasa Jepang yang bisa kalian gunakan untuk mengungkapkan larangan. Sekarang coba buat kalimatmu sendiri dan isi kolom komentar dibawah ya! Jangan takut untuk salah, nanti pasti Ai-chan bantu untuk memperbaikinya. Jika masih ada pertanyaan juga jangan malu untuk mengisi kolom komentar ya! Ai-chan tunggu!!